Pembiayaan dengan menggunakan Musyarakah masih sangat sedikit yaitu sebesar 19,17%, bila dibandingkan dengan pembiayaan dengan menggunakan Murabahah yang sangat tinggi mencapai 60,49%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan apa yang terjadi pada pembiayaan musyarakah dan melihat solusi apa saja yang dapat diterapkan. Adapun metodologi yang digunakan adalah Analytic Ne…
Meningkatkan pendapatan merupakan hal yang sangat penting dalam suatu usaha. Oleh karena itu untuk meningkatkan pendapatan usaha maka diharapkan adanya pembiayaan yang diberikan dalam meningkatkan modal dan asset usaha dagang, pembiayaaan yang baik akan meningkatkan modal dan asset dan secara simultan akan meningkatkan pendapatan nasabah. Skripsi ini membahas tentang pengaruh pembiayaa…
Pertumbuhan dan perkembangan lembaga keuangan mikro tidak lepas dari peran nasabah dan masyarakat dalam mengambil pembiayaan. Salahsatu lembaga keuangan mikro syariah yaitu Baitut Tamkin Tazkia Madani (BTTM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi nasabah memutuskan mengambil pembiayaan di BTTM. Merujuk kepada landasan teori dan penelitian sebelu…
Pembiayaan untuk sebuah usaha menjadi sangat penting ketika seseorang lagi membutuhkan, namun menjadi sebuah masalah bila mereka tidak mampu untuk mengajukan sebuah pembiayaan untuk usaha mereka di sebuah Bank Syariah, karena kurangnya persyaratan yang diberikan Bank tersebut. Dengannya adanya BTTM yang telah hadir di Babakan Madang menjadi sebuah solusi yang tepat untuk mengajukan pembiay…
Skripsi ini bertujuan untuk melihat pengaruh variabel financing to deposit ratio (FDR) dan variabel makro terhadap pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) pada perbankan syariah di Indonesia dan Malaysia. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi financing to deposit ratio perbankan syariah di masing-masing negara serta variabel makro yang meliputi industria…
Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel Sertifikat wadiah Bank Indonesia (SBIS), non perforning financing (NPF), Dana Pihak Ketiga (DPK), Capital Adequacy Ratio (CAR), dan, Return On Asset (ROA) terhadap Penawaran Pembiayaan Bank Umum Syariah di Indonesia dan pengaruh variabel Industrial Production Index (IPI), Inflasi, suku bunga SBI, dan Return On Asset (ROA) berpengaru…
Skripsi ini bertujuan untuk melihat pengaruh variabel dana pihak ketiga (DPK), nisbah mudharbah, non performing financing (NPF), industrial production index (IPI), consumer price index (CPI) dan suku bunga SBI (rSBI) terhadap pembiayaan konsumtif perbankan syariah di indonesia. Dalam rentang waktu Januari 2007 hingga Desember 2011 dengan menggunakan metode VAR/VECM. Untuk menjawab tujua…
Pembiayaan merupakan pos aktiva terbesar bagi bank, baik pembiayaan dengan akad jual beli atau pembiayaan dengan akad bagi hasil. Sehingga, bank akan berusaha untuk menghimpun dana pihak ketiga sebanyak-banyaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pembiayaan Musyarakah pada perbankan syariah Indonesia. Merujuk kepada landasan teori dan p…
Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana hubungan Dana Pihak Ketiga (DPK), Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Finance (NPF), dan Return On Asset (ROA) terhadap besarnya pembiayaan UMKM perbankan syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan disain studi kasus Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat Indonesia, dan Bank Syariah Mega I…
Porsi pembiayaan konsumer yang meningkat dari tahun ke tahun, turut menyebabkan peningkatan terhadap eksposur risiko pembiayaan konsumer. Oleh karena itu, Manajemen Bank Syariah Mandiri menciptakan mekanisme khusus untuk mitigasi risiko dalam tahap analisa pembiayaan. Mekanisme ini dikenal sebagai credit scoring model dan diterapkan secara efektif mulai dari Mei 2010. Penelitian ini ber…