Electronic Resource
Analisis determinan inflasi di Indonesia dan penyelesaiannya menurut ekonomi islam
Inflasi adalah keadaan dimana terjadinya kenaikan tingkat harga-harga secara umum dan terusmenerus. Dimana inflasi merupakan fenomena yang selalu ada di seluruh negara di dunia. Inflasi
merupakan salah satu tolak ukur suatu negara dalam mengukur kestabilan perekonomian.
Apabila pada suatu negara tingkat inflasi tinggi, maka dapat diambil kesimpulan bahwa
perekonomian pada negara tersebut tidak stabil. Begitupun sebaliknya apabila tingkat inflasi
suatu negara rendah, maka dapat disimpulkan bahwa perekonomian pada negara tersebut stabil.
Tidak ilmu ekonomi Konvensional saja yang membahas mengenai inflasi, Islam pun telah
membahas mengenai inflasi.
Penelitian ini akan melihat penyebab terjadinya inflasi Indonesia yang menggunakan dua model
yaitu determinan inflasi dalam Konvensional dan determinan inflasi dalam Islam dengan
menggunakan metode VAR/VECM.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel yang paling besar dalam mempengaruhi
inflasi di Indonesia terdapat pada model determinan INF_Konvensional yaitu variabel C_DEP
sebesar 47.29% dan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar 24.30% yang memiliki kontribusi
paling besar. Sedangkan dalam Islam, variabel yang memiliki kontribusi paling besar dalam
mempengaruhi inflasi di Indonesia adalah harga BBM sebesar 44.48% dan jumlah uang beredar
sempit (LNM0) sebesar 32.40%. Berdasarkan hasil penelitian, sudah terbukti bahwa sistem suku
bunga merupakan variabel yang berkontribusi paling besar dalam mempengaruhi inflasi. Untuk
itu, Islam memberikan solusi untuk mengganti sistem suku bunga dengan menggunakan tingkat
bagi hasil serta tidak menggunakan sistem perekonomian yang dilarang dalam Islam. Selain itu,
berdasarkan hasil ini memperlihatkan bahwa model determinan INFL_Islam lebih stabil
dibanding pada model determinan INFL_Konvensional.
No other version available